Minyak atsiri merupakan minyak yang diperoleh hasil pertanian dengan cara disuling/didestilasi. Ada berbagai macam tanaman yang dapat diambil minyaknya, seperti: cengkeh ( daun, tangkai dan buah), sereh wangi, kemangi, jeruk, nilam, jahe akar wangi, mawar, melati dan lain sebagainya.
Untuk memperoleh minyak dari bahan-bahan tersebut dibutuhkan teknologi dan biaya serta keuletan dari petani. Teknologi yang dibutuhkan yaitu mulai dari pemanenan, penanganan bahan baku, mesin penyuling dan pengemasan. Teknologi mesin penyuling sangat menetukan sekali terhadap kualitas dan kuantitas minyak yang dihasilkan.
Alat penyuling yang bagus memang harganya sangat mahal. Alat suling yang memakai bahan stainless steel dengan kapasitas 400 liter saja harganya bisa mencapai 25 juta rupiah bahkan lebih.
Untuk menekan biaya tersebut apabila kita akan membuat alat penyuling maka dapat dibuat dari alat sederhana.
Alat sederhana yang dibuat adalah dari drum bekas. Untuk membuat alat suling sederhana ini hanya dibutuhkan dana sekitar 1,5 juta rupiah dengan kapasitas 400 liter.
Berikut adalah rincian biaya pengadaan bahan dan pembuatan:
1. drum bekas 2 x Rp. 250.000 = Rp. 500.000
2. pipa galvanis 3/4 inn, 2 x Rp. 95.000= Rp. 190.000
3. pipa galvanis 1/2 in, 4 x Rp. 70.000 = Rp. 280.000
4. kawat las 1/4 dus = Rp. 25.000
5. jasa las 3 hari x Rp. 80.000 = Rp. 240.000
6. plastik buat kolam 2 meter x 8 meter = Rp. 120.000
7. lain-lain = Rp. 145.000
jadi total = Rp. 1.500.000
Alat sederhana ini mampu menyuling daun cengkeh sebanyak 40-50 kg, apabila rendemen 2 % maka minyak yang dihasilkan adalah sebanyak 8 ons s/d 1 kg. Tapi rata-rata rendemen yang dihasilkan didaerah saya dengan alat sederhana ini adalah sebanyak 2,5 %. Jadi dari 40 Kg daun cengkeh jumlah minyak yang dihasilkan adalah sebanyak 1 kg.
Untuk bahan bakar kita menggunakan daun sisa sulingan dibantu dengan sedikit kayu sudah cukup.
![]() |
Alat suling sederhana 1 |
![]() |
Alat suling sederhana 2 |
Untuk pemula dan sambil mendalami teknologi penyulingan alat ini cukup lumayan.